KerasulanRasul

Apakah ada Rasul yang tidak langsung dipilih oleh Allah?

Jika Rasulullah adalah Rasul yang secara langsung dipilih Allah, apakah ada Rasul yang tidak langsung dipilih oleh Allah (dengan kata lain, Rasul yang diutus oleh Rasulullah)?

Dalam bahasa arab, memang istilah rasul berarti penyampai atau penerus pesan[i]. Lembaga pun berargumen bahwa istilah rasul ini adalah istilah yang juga lazim digunakan dalam agama Nasrani sebagai penda’wah dalam ajaran mereka, contohnya Rasul Paulus. Sehingga menurut lembaga, ada Rasul lain selain Rasulullah ﷺ dalam Islam.

Namun, jika memang istilah Rasul ini adalah istilah yang mengacu kepada shahabat, da’i atau ulama (secara individu) maupun kepada daulah atau khilafah (secara organisasi) maka pasti istilah Rasul ini lazim digunakan oleh para shahabat dalam hadits dan atsar karena merekalah yang paling pantas mendapat tugas sebagai penerus langsung pesan dan risalah dari Nabi ﷺ.

Lalu jika memang ada istilah ‘lembaga kerasulan’, Nabi Muhammad ﷺ pun pasti akan mengatakannya dalam hadits Beliau ﷺ .Tapi, benar-benar tidak kita temukan dalam hadits, atsar maupun tafsir bahwa istilah Rasul dalam Al Quran mengacu pada para shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, da’i, ulama, daulah ataupun khilafah. Yang ditemukan dalam hadits adalah, bahwa akan tegak khilafah ala minhajin nubuwwah, bukan lembaga kerasulan.

Maka, jika generasi pertama, terbaik dan terdahulu dalam Islam saja tidak menggunakan istilah Rasul untuk menyebut diri mereka sendiri, maka apalagi generasi zaman now yang terpaut jauh 1400 tahun lamanya, semakin tidak pantas menyebut diri atau organisasi mereka sebagai Rasul atau lembaga kerasulan..

Selain itu, agama dan diin Islam bukanlah agama Nasrani. Sehingga istilah-istilah yang digunakan dalam agama Nasrani tidak relevan untuk digunakan dalam Islam. Apa yang diturunkan kepada Nabi ﷺ dan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad ﷺ sudah cukup dan sempurna, tidak perlu mencari-cari contoh dan istilah dari agama lain.

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) diinmu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan diinmu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai diinmu.” (QS Al Maidah: 3)

REFERENSI:


[i]       Penjelasan Faihah Husna Annazhillah, Mahasiswi LIPIA


Baca Juga:

Apapun dilakukan agar program berjalan sukses

Saya tidak pernah diberi kesempatan oleh pimpinan untuk taaruf dengannya

Kamu Gendut! Kamu tidak akan siap nikah


Support Da’wah dan Kontak Kami di:

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button