IlmuKebenaranWahyu

Bagaimana Lembaga Memahami Wahyu

Materi Marifatul Wahyu adalah salah satu materi unggulan dalam lembaga Neo-NII untuk menjaga pemahaman umatnya. Berikut ini adalah catatan kami mengenai Marifatul Wahyu.

Sebenarnya materi ini adalah materi yang jika dilengkapi dengan hadits shahih dan kisah para shahabat akan sangat bagus, karena ada poin-poin yang benar seperti kegunaan Al-Qur’an, sebagian adab menuntut Ilmu, kekekalan Al Qur’an, dan bersikap taat kepada perintah yang tertera dalam Al Qur’an.

Dalam tulisan berikutnya, akan dikaji beberapa poin dalam memahami wahyu yang butuh dievaluasi kembali, yaitu:

  1. Periodisasi dalam Pelaksanaan Wahyu (link)
  2. Ahli Kitab = Ulama Islam di Luar Lembaga (link)
  3. Perumpamaan (link)
  4. Tidak boleh bertanya dan vonis bagi yang melakukannya (link)
  5. Tidak diperbolehkan ‘makan’ di luar (link)
  6. Mencampur aduk makna secara bahasa dan makna secara istilah (link)

Sedangkan ada adab-adab atau metode lainnya dalam menuntut ilmu Islam yang seharusnya juga lebih diprioritaskan, yaitu:

  1. Menghormati ulama dan memposisikannya (link)
  2. Metodologi dalam memahami ayat (link)

Demikianlah, kesalahan dalam bagaimana cara memahami ayat ini berpengaruh besar dalam membentuk mindset kader-kader NII. Pembahasan lebih dalam ada di link-link terkait.

Wallahu a’lam.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button