Diin

Doktrin Menyimpang 1 = Millah itu Bukan Diin

Berikut ini beberapa doktrin di dalam Neo-NII yang perlu diluruskan:

  1. Kaum jahiliyah sudah mengikuti millah ibrahim
  2. Millah hanya mencakup ritual saja
  3. Kita tidak harus mengikuti millah, namun kita harus mengikuti ad-diin.

Yang pertama, seperti kita ketahui bahwa kaum Quraisy sebelum turunnya wahyu adalah kaum Jahiliyah. Karakteristik mereka adalah menyembah Allah namun juga mempersekutukan Allah dengan membuat simbol-simbol patung berhala yang mereka taruh di Ka’bah. Jika kita lihat ayat berikut ini:

[16:123]       “Kemudian Kami wahyukan kepadamu: “Ikutilah agama/millah Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.”

Karakter orang yang mengikuti Millah Ibrahim adalah hanif dan tidak melakukan perbuatan musyrik. Sehingga, kaum Jahiliyah yang memiliki berhala-berhala jelas tidak mengikuti Millah Ibrahim.

Kedua, Millah dianggap mencakup ritual saja. Ini juga pemahaman yang kurang tepat. Karena jika kita lihat ayat berikut ini:

[16:125]      “Dan siapakah yang lebih baik diinnya dari pada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti millah Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.”

Millah Ibrahim bukan hanya ritual sholat, haji. Tetapi juga kemurniannya dengan tidak mempersekutukan Allah dalam beribadah dalam semua lingkup kehidupan adalah ajaran millah Ibrahim (termasuk hukum dan politik). Dan justru itulah inti dari millah Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk kita ikuti.

Ketiga, kita harus mengikuti baik millah ibrahim dan juga diin Islam berdasarkan ayat-ayat berikut ini:

[2:208]         “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kedalam Islam secara kaffaah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.”

[16:123]       “Kemudian Kami wahyukan kepadamu: “Ikutilah millah Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.”

Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an di bawah ini, tidak ada perbedaan dari diin dan millah. Keduanya sejajar.

[6:161]         ”Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, Diin yang benar, Millah Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.”

[22:78]         “Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam diin. (Itulah) millah nenek mo-yangmu Ibrahim.”

Jadi, tidak benar bahwa kaum jahiliyah sudah mengikuti millah Ibrahim. Millah tidak hanya mengenai ritual sholat, namun juga apakah ketundukkannya murni atau tidak, mempersekutukan Allah atau tidak. Lalu, tidak benar juga jika kita tidak harus mengikuti millah – yang benar adalah, kita harus mengikuti millah Ibrahim dan Diin Islam.


BACA JUGA:

  • Makna daana-yadiinu-diinan Berdasarkan Haqiqah Lughawiyah (1)

  • Makna daana-yadiinu-diinan Berdasarkan Haqiqah Lughawiyah (2)

  • Luasnya Cakupan Ad-diin dari Ayat-Ayat Al Qur’an dan Kitab Ulama (1)

  • Luasnya Cakupan Ad-diin dari Ayat-Ayat Al-Qur’an dan Kitab Ulama (2)

  • Support Da’wah dan Kontak Kami di:

    Related Articles

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Back to top button