Diin

Doktrin Menyimpang 2 = Madiinah Berasal dari Kata Diin

Doktrin yang Menyimpang (2): Madiinah (مَدِيْنَةُ) berasal dari kata Diin (دَانَ يَدِىْنُ دِيْنًا)

Dalam Neo-NII, terdapat doktrin bahwa Madiinah (مَدِيْنَةُ) berasal dari kata Diin (دَانَ – يَدِىْنُ – دِيْنًا). Yatsrib diubah menjadi madinah karena tegaknya diin Islam di sana. Ternyata, ini pun bukan doktrin yang benar. Dalam Kamus Al-Munawwir, arti kata madinah adalah sebagai berikut:

الْمَدِيْنَةُ
= budak perempuan
= kota

Madinah dapat juga berarti budak perempuan, jika ia adalah isim maf’ul (objek) turunan dari دَانَ.

Namun, مَدِيْنَةُ yang berarti kota tidak berasal dari akar kata yang sama dengan دَانَ  atau الدِّيْنُ, tapi kata yang berbeda[1]. Menurut Qur’an I’rab [2] di bagian tashrif (morfologi kata) ayat QS 9:120, مَدِيْنَةُ adalah isim jamid, yaitu isim yang tidak diambil dari kata lainnya. Sehingga, مَدِيْنَةُ tidak berasal dari دَانَ  atau الدِّيْنُ, namun berasal dari م-د-ن, dan bentuk jamaknya adalah مُدُنٌ atau مَدَائِنُ[3]

Madinah dalam bahasa Arab artinya adalah kota. Maka jika kita menyebutnya kota Madinah, maka sebenarnya artinya menjadi ‘kota kota’. Kota ini sebenarnya tidak memiliki nama. Maka para ulama menyebutnya sebagai Madinah an Nabawiyah (kotanya Nabi) atau Madinah al Munawarah (kota yang bercahaya).

Madinah sebelumnya disebut Yatsrib. Para ulama menyebutkan Yatsrib sebenarnya adalah nama orang yang pertama kali membuka kota itu dan menghuninya. Tetapi masalahnya Yatsrib sendiri berasal dari bahasa Arab: Tatsrib. Dalam Al-Quran ada kata Tatsrib berada di surah Yusuf. Dan para ulama mengatakan Nabi ﷺ tidak suka penamaan kota dengan kata Yatsrib. Salah satu makna kata Tatsrib adalah kesalahan atau dosa, contohnya kata ‘tatsriib’ di ayat QS 12:92.

Jadi perubahan nama Tatsrib menjadi Madiinah itu merupakan perubahan dari nama yang buruk menuju nama yang baik. Dari masa jahiliyah menuju peradaban Islam. [4]

Jadi, tidak benar bahwa Madiinah itu merupakan isim makan (tempat) dari kata Diin.


BACA JUGA:

  • Makna daana-yadiinu-diinan Berdasarkan Haqiqah Lughawiyah (1)

  • Makna daana-yadiinu-diinan Berdasarkan Haqiqah Lughawiyah (2)

  • Luasnya Cakupan Ad-diin dari Ayat-Ayat Al Qur’an dan Kitab Ulama (1)

  • Luasnya Cakupan Ad-diin dari Ayat-Ayat Al-Qur’an dan Kitab Ulama (2)

  • REFERENSI:

    [1]     Berdasarkan penjelasan Faihah Husna Annazhillah, mahasiswi LIPIA.

    [2]     Aplikasi Android “Qur’an I’rab” untuk mempelajari tashrif kata-per kata al Qur’an

    [3]     Aplikasi “Kamus Arab Indonesia” dari Ristek Muslim (http://ristekmuslim.com)

    [4]     Kajian Madinah Kota Peradaban oleh Ust Budi Ashari, LC (https://bit.ly/2uuiVw2)


    Support Da’wah dan Kontak Kami di:

     

    Related Articles

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.

    Back to top button