Pengalaman

Hancurnya Adab di NII – Peremehan atas Nabi Muhammad ﷺ Sebelum Diangkat Menjadi Rasul

By: ZGO, Editor: MZ

Selain sistem ZIS yang memberatkan dan konsep “Nikah Buta”, ada hal yang lain yang membuat saya yakin bahwa sistem kelembagaan di Neo-NII itu adalah khawarij yaitu peremehan atas baginda Nabi Muhammad ﷺ sebelum beliau diangkat menjadi Rasul.

Di dalam beberapa kesempatan di atas mimbar, para ulama NII dan pimpinan harian NII secara eksplisit menyampaikan bahwa “yang namanya Sunnah itu adalah setelah diangkat jadi nabi. Adapun sebelum diangkat menjadi nabi bukan Sunnah. Sehingga, yang perlu dicontoh adalah Nabi ﷺ setelah diangkat menjadi Nabi saja”.

Hal tersebut lah yang menjadikan mereka kerap meremehkan nama Rasullullah ﷺ untuk kisah-kisah Nabi ﷺ yang terjadi sebelum pengangkatan. Kira-kira redaksinya seperti ini “Muhammad dulu jaman mudanya blablabla…..”. Padahal Nabi Muhammad itu contoh budi pekerti bagi umat manusia baik sebelum pengangkatan maupun setelah pengangkatan.

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu uswatun hasanah bagimu yaitu bagi yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
(QS Al-Ahzab 33: 21)

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS Al-Qalam 68:4)

Tentu saja dengan pengingkaran yang dilakukan oleh Neo-NII tersebut, otomatis membuat pengikut-pengikutnya percaya bahwa yang dilakukan nabi Muhammad sebelum pengangkatan menjadi Nabi adalah tidak perlu dicontoh. Sementara yang kita tahu bahwa pada masa mudanya pun akhlak Nabi sudah sangat mulia yaitu Al-Amin (amanah/dapat dipercaya), jujur, suci dari zina dan berbagai jenis zina lainnya, suci dari berbagai maksiat. Bahkan sejak masih dalam susuan, dadanya sudah dibersihkan oleh Allah.

Yang patut kita contoh dan pelajari dari Nabi ﷺ bukan hanya ayat-ayat yang diturunkan kepadanya, namun juga karakter dan akhlaqnya yang sudah suci dan sempurna sejak sebelum pengangkatan Nabi.

Bertobatlah teman-teman di NII. Nama Nabi Muhammad bukanlah sesuatu yang bisa diremehkan dan menjadi mainan kalian dalam membodoh-bodohi manusia awam.

Semoga Allah ﷻ mengampuni dosa-dosa kita semua..


Baca Juga:

Apakah mereka yang sesemangat itu dalam berislam tidak bisa dianggap muslim?

Sholat Tidak Penting, yang Penting Infaq

Bukan untuk Menyembunyikan Pemimpin, Tapi untuk Menyembunyikan Strateginya



Support Da’wah dan Kontak Kami di:

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button