Diin

Lampiran A – Diin dalam Al-Qur’an

Kata دَانَ dan derivasinya muncul 101 kali di 87 ayat, dikategorisasikan sebagai berikut:

Diin = Kekuasaan

Diin yang berarti kekuasaan seperti makna nomor 1 menurut Abul A’la Al Maududi, hanya ada di ayat berikut:

[12:76]   “Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang/kekuasaan raja, kecuali Allah menghendakinya. “

Diin dituliskan dalam bentuk maf’ul (madiinun atau madiinin)

[37:53]    “Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”

[56:86]   “maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),”

Diin = Peraturan (dari Allah)

Diin yang berarti ‘peraturan’ seperti makna nomor 2 menurut Abul A’la Al Maududi, ada di ayat-ayat berikut (penulis kategorikan sesuai topik ayatnya):

Sikap orang Mu’min terhadap ad-diin:

[2:132]   “Allah telah memilih diin ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim”

[2:256]   “Tidak ada paksaan dalam diin, sesungguhnya telah jelas antara jalan yang benar dan jalan yang sesat.”

[3:19]      “Diin di sisi Allah hanyalah Islam”

[3:76]      “Janganlah kamu percaya selain kepada orang yang mengikuti diinmu”

[3:83]      “Mengapa mereka mencari Diin yang selain dari Diin Allah? Padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, baik dengan suka maupun terpaksa.”

[3:85]      “Dan barang siapa mencari diin selain Islam, maka dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.”

[5:3]        “Pada hari ini orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan diinmu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tapi takutlah kepadaKu. Pada hari ini telah Aku sempurnakan diinmu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai diinmu. “

[8:72]      “jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) diin, maka kamu wajib memberikan pertolongan”

[9:33]      “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur’an) dan diin yang benar untuk diunggulkan atas segala diin, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.”

[9:36]      “Itulah diin yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya.”

[9:122]   “Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi. Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan diin mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya.”

[10:105]“Hadapkanlah wajahmu kepada diin dengan tulus dan ikhlas dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang yang musyrik.”

[24:2]     “Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) Diin Allah.”

[30:30]   “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada diin (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) diin yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

[30:43] “Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada diin yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari (Kiamat) yang tidak dapat ditolak, pada hari itu mereka terpisah-pisah.”

[48:28]   “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan diin yang benar agar dimenangkan-Nya terhadap semua diin. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

[61:9]      “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan diin yang benar, untuk memenangkannya di atas segala diin meskipun orang-orang musyrik membencinya. “

[42:13]   “Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu diin yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah diin (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).”

Sikap yang menyimpang terhadap diin (peraturan Allah)

[6:159] “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah diinnya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu atas mereka.

[9:29]     “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka yang tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan mereka yang tidak berdiin dengan diin yang benar, yang telah diberikan Kitab, hingga mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

[30:32]   “yaitu orang-orang yang memecah belah diin mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

[42:21]   “Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan diin bagi mereka yang tidak diizinkan Allah? Dan sekiranya tidak ada ketetapan yang menunda (hukuman dari Allah) tentulah hukuman di antara mereka telah dilaksanakan. Dan sungguh, orang-orang zalim itu akan mendapat azab yang sangat pedih.”

[107:1]    “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan diin?”

Murtad = keluar dari Diin

[5:54]     “Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari diinnya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.”

Diin itu millah Ibrahim

[6:161]   ”Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, Diin yang benar, Millah Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.”

[22:78]   “Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam diin. (Ikutilah) millah nenek mo-yangmu Ibrahim.”

Diin = ketundukan

Diin yang berarti ‘ketundukkan’ seperti makna nomor 3 menurut Abul A’la Al Maududi, ada di ayat-ayat berikut (penulis kategorikan sesuai topik ayatnya):

Sikap orang Mu’min terhadap ad-diin:

[2:193] “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan diin hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.”

[4:125] “Dan siapakah yang lebih baik diinnya daripada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah”

[7:29]      “Katakanlah, “Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan memurnikan diin semata-mata hanya kepada-Nya”

[4:146] “Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada Allah dan memurnikan diin mereka karena Allah.”

[8:39]      “Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan diin hanya bagi Allah semata.”

[16:52]   “Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan kepada-Nyalah ibadah dan ketaatan (diin) selama-lamanya. Mengapa kamu takut kepada selain Allah?

[39:2]      “Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan  kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan diin kepada-Nya.”

[40:14] “Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan diin kepada-Nya”

[98:5]     “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan mengikhlaskan kepada-Nya diin, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah diin yang lurus (benar).

[39:11]    “Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya diin.”

[39:14]   “Katakanlah, “Hanya Allah yang aku sembah dengan mengikhlaskan kepada-Nya diin.”

[40:65] “Dialah yang hidup kekal, tidak ada tuhan selain Dia; maka sembahlah Dia dengan mengikhlaskan kepada-Nya diin. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

Penyimpangan dalam diin (ketundukan):

[10:22] “tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus mengikhlaskan diin kepada Allah semata. “

[12:40]   “Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah diin yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

[29:65]   “Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa mengikhlaskan diin kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) mempersekutukan (Allah),”

[31:32]    “Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan mengikhlaskan diin kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih.”

[39:3]      “Ingatlah! Hanya milik Allah diin yang murni. Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.”

[49:16]   “Katakanlah, “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang diinmu, padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Da’wah

[10:104]“Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang diinku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah agar termasuk orang yang beriman,”

Diin = Peraturan dan/atau ketundukan

Dalam ayat-ayat berikut ini, ad-diin dapat bermakna peraturan Allah, dan dapat juga bermakna ketundukan kepada Allah.

Janji Allah

[24:55]   “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan diin yang telah Dia ridai.”

[110:2]   “dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk diin Allah,”

Perilaku orang kafir terhadap diin Islam

[2:217]   “Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari diinmu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari diinnya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

[3:24]      “Neraka tidak akan menyentuk kami kecuali beberapa hari saja. Mereka terpedaya dalam diin mereka oleh apa yang mereka ada-adakan.”

[4:46]     “Orang yahudi memutarbalikkan lidahnya dan mencela diin”

[4:171]    “Wahai ahli kitab, jangan melampaui batas dalam diinmu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.”

[5:57]      “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat diinmu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.”

[5:77]      “Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan dengan cara yang tidak benar dalam diinmu”

[6:70]      “Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan diinnya sebagai permainan dan senda-gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia”

[6:137]    “Dan demikianlah berhala-berhala mereka (setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan diin mereka sendiri.”

[7:51]      “orang-orang yang menjadikan Diinnya sebagai permainan dan senda-gurau, “

[8:49]     “ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, “Mereka itu (orang mukmin) ditipu diinnya”

[9:11]      “Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca diinmu”

Kisah Firaun dan Musa

[40:26]   “Dan Fir’aun berkata (kepada pembesar-pembesarnya), “Biar aku yang membunuh Musa dan suruh dia memohon kepada Tuhannya. Sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar diinmu atau menimbulkan kerusakan di bumi.”

Sikap orang mu’min dalam urusan diin

[9:11]      “Dan jika mereka bertobat, melaksanakan salat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu se-diin.”

[33:5]      “Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu dalam diin dan maula-maulamu.”

[60:8]     “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan diin dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”

[60:9]     “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan diin dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim.”

[109:6]   “Untukmu diinmu, dan untukku diinku.”

Diin = Pembalasan atau peradilan

Diin dapat bermakna ‘pembalasan’ atau ‘peradilan’, seperti makna nomor 4 menurut Abul A’la Al Maududi, ada di ayat-ayat berikut:

[1:4]        “ٌRaja Hari Pembalasan”

[15:35]   “dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat.”

[24:25]   “Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah Maha-benar, Maha Menjelaskan.”

[26:82]   “dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat.”

[37:20]   “Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu.”

[38:78]   “Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”

[51:6]      “ dan sungguh, (hari) pembalasan pasti terjadi.

[51:12]   “mereka bertanya, “Kapankah hari pembalasan itu?”

[56:56]   “Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”

[70:26] “dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan”

[74:46] “dan kami mendustakan hari pembalasan,”

[82:9]     “Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.”

[82:15]   “Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.”

[82:17]   “Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? “

[82:18]   “Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?”

[83:11]    “(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.”

[95:7]      “Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?”

Hutang, berhutang, menghutangi (دَانَ يَدِىْنُ دَيْنً)

[2:282]   “Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.”

[4:11]      hutang (1x)

[4:12]      hutang (3x)


Support Da’wah dan Kontak Kami di:

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button